Sometimes i'm confused, what makes people can believe her best friend? Or need them? Or miss them?
Oke emang itu wajar, gua tau kok. Secara best friend itu bukan teman yang kita kenal hanya tatapan mata, membuat jantug berdebar dan terjadilah sebuah hubungan, " Sangat-sangat singkat". Tapi sahabat itu terjadi berbulan-bulan bahkan bertahun- bertahun dan berangsur-angsur dimana kita bisa melihat suatu ketertarikan sifat yang mengakhiri pilihan kita ke seseorang itu. Mungkin itu juga salah satu yang buat orang lebih memilih bersahabat dibanding bercinta. Karna bercinta hanya permulaan seseorang dengan "penasaran" setelah itu their must choice again, ada yang memilih untuk "end dan kapok" ada juga "try again walau gajelas".
Tapi gimana yaa.. Sebegitu specialnya kah bersahabat?. Sampai disaat lo terjatuh dan tak ada yang menolong lo, sahabat berbalik, berlari dan menyodorkan tangannya untuk menolong lo? Atau sahabat selalu ikut melindungi disaat hati lo retak berkeping-keping? Atau disaat lo tersenyum bahagia sahabat harus mengorbankan sedih lukanya untuk ngeliatin ke lo bahwa dia iku bahagia? Atau sahabat yang mewarnai hidup lo yang harusnya gelap gulita tanpa warna? Waw haruskah gue sebut itu "Lebay". Ya mungkin iya atau mungkin tidak, Tapi secara logic sih iya. Kalau secara hati... gue sendiri gatau. Harusnya kalo gue manusia normal, gua harus mengatakan itu iya. Tapi kenapa gua belom bisa bilang iya?.
Gua gatau deh, setiap orang yang berpendapat ini aneh? Atau gua yang gapernah nmerasakan itu? Atau gua yang elalu ngahapus setiap warna dan menggantinya lagi dengan kegelapan?. Mungkin betul yang terakhir, gua sring ngehapus seseorang yang sudah mulai menyentuh hati gue, gua buang jauh-jauh. Kenapa? Gara-gara gua takut merasakan kecewa.Terkadang gue sebut diri gue "egois" atau lebih parahnya "Psikopat". Yaa memang aneh hidup gua ini, gua sendiri masih bingung penuh linglung berada di disini. Ibaratnya gua seperti dau-daunan yang yang sudah menguning dan terlepas dari induknya. Daun itu akan mengikuti arus angin, terkadang dibawanya ia ditempat keramaian atau tempat sepi atau tempat kotor atau tempat indah.Yaa itulah gua, gua masih mengikuti jalan takdirku, takdirku memiring aku ikut miring sebaliknya begitu.
Yaa begitulah hidup, penuh dengan pilihan. Sedikit salah mengambil keputusan, makhluk tersalah itu akan terperangkap ke lubang yang penuh kebusukan. Dan hanya sedikit yang bisa brtahan untuk tidak terjatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar