Senin, 02 April 2012

Prolog

Because i'm so boring now, gue mau ngeliatin 1 halaman cerita pendek gue aja yaa..


Kenapa harus aku yang terpilih? Apa kelebihan dari orang seperti ku? Berapa banyak kesalahan yang telah aku perbuat dan menyesal kembali?  Mengapa aku tidak seperti orang normal yang lain? Mengapa aku hanya bisa menyakiti tidak bisa menyembuhkan? Mengapa aku tidak bisa membanggakan siapapun? Mengapa aku penuh dengan keburukan? Mengapa aku berlumuran dengan dosa dan setelah aku menyesal, aku melakukan kembali? Mengapa kalian bisa aku tidak? Mengapa kalian bisa membanggakan sedangkan orang sepertiku tidak? Mengapa aku merasa tidak ada yang berguna dalam diriku? Sedangkan sekalinya orang idiot pun atau orang tercacat di Bumi ini sangat jarang ia berfikir seperti itu, yang membuat dia merendahkan dirinya sendiri.

Pernahkah kamu merasakan perasaan terburuk itu atau mendengar kata-kata sebusuk itu? Yang membuat harga diri mu semakin jatuh ke dalam lubang hitam yang tak bertepi atau sama saja kau mencabik-cabik hati mu dengan sabit yang tajam sampai hati mu tercabik bercerai burai penuh muncratan darah yang tak henti-hentinya. Percayalah takkan ada jantung yang berdetak atau jiwa yang bergerak jika seluruh manusia berfikir yang sama dengan makhluk ini. 

Itulah asal mula kehidupan ini. Bermula dari ribuan sel-sel kerja produksi biologis seorang pria.  Berlomba terus berlomba menerjang arus kematian dengan berdesak saling mengadu kekuatan untuk mendapat satu sel telur yang mentotalkan gumpalan darah yang sempurna. Tidak sampai disitu kerja keras mereka, lekatan kedua sel itu terus berjuang dengan berangsur-angsur, darah menjadi daging menjadi tulang belulang menjadi lapisan kulit pembungkus jutaan sel-sel, jaringan-jaringan, organ-organ dan berakhir menjadi makhluk tersempurna di jagat raya.

5 bulan... , disaat itulah ruh perantara hidup akan datang. Dibawakannya nyawa, hati, perasaan, pikiran, nafsu, ketertarikan, ketergantungan yang membuat jalan takdir setiap makhluk penghuni bumi penuh dengan kerikil tajam yang mematikan . Begitu mengasyikkannya di dalam sana, didalam cairan ketuban. Mendapatkan kesenangan tak ada tara tanpa perlu melakukan sesuatu, sangat begitu bertolak belakang dengan bumi. Berenang-renang tanpa beban, tanpa masalah, tanpa cobaan, tanpa pikiran tapi disaat waktu yang tepat, raga yang mantap, hati yang kuat perlahan kaki mungil itu akan merasakan kerasnya tanah bermukim seluruh makhluk hidup. Dan hanya makhluk-makhluk terpilihlah yang tetap bisa berdiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar