Kenapa harus aku yang terpilih? Apa kelebihan dari
orang seperti ku? Berapa banyak kesalahan yang telah aku perbuat dan menyesal
kembali? Mengapa aku tidak seperti orang
normal yang lain? Mengapa aku hanya bisa menyakiti tidak bisa menyembuhkan?
Mengapa aku tidak bisa membanggakan siapapun? Mengapa aku penuh dengan
keburukan? Mengapa aku berlumuran dengan dosa dan setelah aku menyesal, aku
melakukan kembali? Mengapa kalian bisa aku tidak? Mengapa kalian bisa
membanggakan sedangkan orang sepertiku tidak? Mengapa aku merasa tidak ada yang
berguna dalam diriku? Sedangkan sekalinya orang idiot pun atau orang tercacat
di Bumi ini sangat jarang ia berfikir seperti itu, yang membuat dia merendahkan
dirinya sendiri.
Pernahkah kamu merasakan perasaan terburuk itu atau
mendengar kata-kata sebusuk itu? Yang membuat harga diri mu semakin jatuh ke dalam
lubang hitam yang tak bertepi atau sama saja kau mencabik-cabik hati mu dengan
sabit yang tajam sampai hati mu tercabik bercerai burai penuh muncratan darah yang tak henti-hentinya.
Percayalah takkan ada jantung yang berdetak atau jiwa yang bergerak jika
seluruh manusia berfikir yang sama dengan makhluk ini.
Itulah asal mula kehidupan ini.
Bermula dari ribuan sel-sel kerja produksi biologis seorang pria. Berlomba terus berlomba menerjang arus
kematian dengan berdesak saling mengadu kekuatan untuk mendapat satu sel telur
yang mentotalkan gumpalan darah yang sempurna. Tidak sampai disitu kerja keras
mereka, lekatan kedua sel itu terus berjuang dengan berangsur-angsur, darah
menjadi daging menjadi tulang belulang menjadi lapisan kulit pembungkus jutaan
sel-sel, jaringan-jaringan, organ-organ dan berakhir menjadi makhluk
tersempurna di jagat raya.
5 bulan... , disaat itulah ruh
perantara hidup akan datang. Dibawakannya nyawa, hati, perasaan, pikiran, nafsu,
ketertarikan, ketergantungan yang membuat jalan takdir setiap makhluk penghuni
bumi penuh dengan kerikil tajam yang mematikan . Begitu mengasyikkannya di
dalam sana, didalam cairan ketuban. Mendapatkan kesenangan tak ada tara tanpa
perlu melakukan sesuatu, sangat begitu bertolak belakang dengan bumi. Berenang-renang
tanpa beban, tanpa masalah, tanpa cobaan, tanpa pikiran tapi disaat waktu yang
tepat, raga yang mantap, hati yang kuat perlahan kaki mungil itu akan merasakan
kerasnya tanah bermukim seluruh makhluk hidup. Dan hanya makhluk-makhluk
terpilihlah yang tetap bisa berdiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar